Suarantt.id, Kupang-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Ma’Somba Tedong, Zet Tadung Allo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Wali Kota Kupang dalam prosesi adat tersebut.
Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota terhadap masyarakat Toraja yang turut memperkaya keberagaman budaya di Kupang.
Dalam sambutannya, Zet Tadung Allo menjelaskan bahwa prosesi Ma’Somba Tedong merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas keberhasilan pembangunan gereja, yang telah melewati proses panjang. Tradisi ini, kata Zet, mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal Toraja yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Pembangunan gereja ini dimulai sejak peletakan batu pertama pada 4 Juni 2017 oleh almarhum Wakil Wali Kota dr. Hermanus Man. Kini, berkat semangat gotong royong seluruh jemaat, gereja ini akhirnya dapat diselesaikan,” ungkap Zet yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pada Jumat, 30 Mei 2025.
Dalam kesempatan itu, Zet menyerukan dukungan terhadap program-program Pemerintah Kota Kupang, terutama yang berkaitan dengan penanganan sampah dan pelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti mengurangi penggunaan alat makan dan minum sekali pakai.
“Ini adalah bentuk kontribusi nyata kita bagi kota ini dan bumi yang kita cintai,” pungkasnya. ***





