Pemprov NTT Pacu Pendapatan Daerah Lewat Inovasi dan Pemberdayaan Hasil Hutan di SBD

oleh -1081 Dilihat
Gubernur NTT Beri Arahan dan Motivasi kepada Pemda dan Kepala UPT Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. (Foto Biro Adpim Setda NTT

Suarantt.id, Tambolaka-Melanjutkan kunjungan kerjanya di Pulau Sumba, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menggelar dialog bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor UPTD Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya pada Senin (15/9/2025) pagi.

Kehadiran Gubernur dan rombongan disambut Plt. Kepala UPTD Pendapatan Sumba Barat Daya, Ermelinda P. R. Bita beserta jajaran, serta Kepala UPT KPH Wilayah Sumba Barat Daya, Marten Bulu bersama tim.

Dalam paparannya, Ermelinda menyampaikan sejumlah inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain program Door to Door (DTD), pelayanan langsung, serta Samsat Keliling (Samling) di empat lokasi: Wewewa Barat, Kodi Utara, Wewewa Timur, dan Kota Tambolaka. Selain itu dilakukan pengawasan SPBU dan pemanggilan langsung wajib pajak melalui telepon.

“Upaya pengawasan SPBU dan pemanggilan wajib pajak melalui telepon untuk diskusi kepemilikan kendaraan maupun tunggakan pajak terbukti meningkatkan partisipasi wajib pajak secara signifikan,” jelasnya.

Meski demikian, masih terdapat tantangan, seperti banyaknya kendaraan berplat luar daerah, terbatasnya kegiatan penegakan hukum (tilang), kurangnya perangkat layanan Samsat Keliling, serta tunggakan pajak kendaraan bermotor yang cukup besar.

Sementara itu, Kepala UPT KPH Wilayah Sumba Barat Daya, Marten Bulu, melaporkan potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di antaranya kemiri, mete, pinang sirih, dan kopi. “Nilai perdagangan terbesar saat ini berasal dari pinang sirih. Sebanyak 37 desa berada di kawasan hutan negara dan masyarakat sangat bergantung pada hasil kehutanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan lima kelompok tani hutan telah terbentuk untuk mengelola HHBK seperti kopi bubuk dan minyak kemiri, mendukung program One Village One Product (OVOP) yang dicanangkan Pemprov NTT. Namun, tantangan tetap ada, seperti rawan penyerobotan lahan, kebakaran hutan, dan perlunya pendataan potensi daerah secara lebih terukur.

Pj. Sekda Kabupaten Sumba Barat Daya, Etmundus Nobertus Nau, menegaskan Pemkab berkomitmen meningkatkan PAD dengan memperketat pengawasan SPBU dan bersinergi bersama UPTD Pendapatan Provinsi.

Dalam arahannya, Gubernur NTT menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan inovasi dalam optimalisasi PAD. Ia mendorong pemanfaatan maksimal sumber daya daerah demi pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Setiap UPTD harus terus berkreasi dan berinovasi dengan semangat semi-swasta, namun tetap berpegang teguh pada aturan yang berlaku,” kata Gubernur.

Melkiades Laka Lena juga menegaskan perlunya pengelolaan PAD yang profesional dan transparan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat, serta mendorong peningkatan rasio wajib pajak, penagihan tunggakan, dan pengawasan keuangan yang sistematis.

Ia menambahkan pentingnya pemberian apresiasi bagi individu atau tim yang berhasil melampaui target, serta pemanfaatan data akurat untuk evaluasi program dan pengambilan kebijakan yang tepat.

“Seluruh upaya optimalisasi PAD harus berorientasi pada produktivitas dan hasil nyata, sehingga dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumba Barat Daya,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.