Komisi V DPRD NTT Nilai Ketidakhadiran Kadis Kesehatan Jadi Catatan Buruk

oleh -76 Dilihat
Ketua Komisi V DPRD NTT, Muhamad Supriyadi Pua Rake Didampingi Wakil Ketua Winston Rondo dan Sekretaris Komisi V Inosensius Fredy Mui dalam RDP dengan Dinas Kesehatan NTT, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Jiwa Naimata, serta Dinas Sosial pada Rabu, 22 April 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Muhammad Supriyadi Pua Rake, menyoroti ketidakhadiran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ruth Laiskodat, dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar pada Rabu (22/4/2026).

RDP tersebut melibatkan Komisi V DPRD NTT bersama Dinas Kesehatan NTT, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Jiwa Naimata, serta Dinas Sosial. Agenda rapat difokuskan pada pembahasan berbagai persoalan layanan kesehatan, termasuk penanganan kesehatan jiwa di daerah.

Namun, dalam rapat penting tersebut, Kepala Dinas Kesehatan NTT tidak hadir dan hanya diwakili oleh Sekretaris Dinas. Hal ini langsung mendapat perhatian serius dari Komisi V DPRD NTT.

Muhammad Supriyadi Pua Rake menyayangkan ketidakhadiran tersebut dan menilai hal itu sebagai catatan buruk dalam koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

“Ini menjadi catatan dan kesan buruk dari seorang Kepala Dinas Kesehatan. RDP ini penting karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas politisi Partai Gerindra NTT ini.

Menurutnya, kehadiran pimpinan organisasi perangkat daerah sangat diperlukan dalam forum resmi seperti RDP, terutama untuk memberikan penjelasan langsung serta mengambil keputusan strategis terkait berbagai persoalan yang dibahas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ruth Laiskodat diketahui sedang mengikuti kegiatan di salah satu hotel di Kota Kupang pada waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan RDP.

Komisi V DPRD NTT pun berharap ke depan seluruh pimpinan perangkat daerah dapat lebih menghargai forum resmi DPRD dengan hadir secara langsung, guna memperkuat sinergi dalam meningkatkan pelayanan publik di Provinsi NTT, khususnya di sektor kesehatan. ***

BACA JUGA:  Gubernur NTT Melki Laka Lena Apresiasi Peran UT dalam Mendorong Pendidikan Inklusif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.