DPRD NTT Usul ASN Wajib Screening Kesehatan di Labkesda, BPJS Siap Menanggung Biaya

oleh -525 Dilihat
Anggota DPRD NTT, Muhammad Ansor dan Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iin Adriany. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan kebijakan wajib pemeriksaan atau screening kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) NTT.

Usulan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan ASN, tetapi juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi V DPRD NTT, Muhammad Ansor, mengatakan hingga kini pemanfaatan Labkesda NTT belum optimal meskipun memiliki fasilitas dan gedung yang representatif serta berada di lokasi strategis di Kota Kupang.

“Labkesda ini aset daerah, gedungnya bagus dan letaknya strategis, tapi belum dimaksimalkan. Akibatnya kalah bersaing dengan laboratorium swasta,” ujar Ansor kepada wartawan di Kantor DPRD NTT, Rabu (21/1/2026).

Sebagai solusi, Ansor mengusulkan agar seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Labkesda. Ia menegaskan kebijakan tersebut tidak akan memberatkan ASN karena biaya pemeriksaan dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“ASN tidak dirugikan karena biayanya bisa di-cover BPJS. Di sisi lain, Labkesda hidup dan PAD daerah ikut meningkat,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini penyakit agar kondisi kesehatan ASN tetap terjaga.

“Pemeriksaan ini bagian dari promotif preventif. Kalau dilakukan rutin, penyakit bisa terdeteksi lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi parah. ASN juga punya kartu BPJS, jadi ini sangat baik jika diwajibkan,” jelas drg. Iien.

Ia menambahkan, kebijakan pemeriksaan rutin setiap semester akan membantu menjaga produktivitas ASN serta mendorong kesadaran hidup sehat di lingkungan birokrasi.

BACA JUGA:  DPRD NTT Terima Aspirasi Mahasiswa Nangapanda Soal Dampak Tambang Galian C di Ende

Sementara itu, Kepala UPTD Labkesda NTT, Nur Azizah, mengungkapkan pihaknya sangat merespons positif dukungan DPRD. Ia menyebut mulai tahun ini Labkesda siap melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali bagi seluruh ASN Pemprov NTT yang jumlahnya sekitar 5.000 orang, termasuk anggota keluarganya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPJS dan sepakat untuk kerja sama pemeriksaan kesehatan berupa screening atau deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium setiap enam bulan sekali,” ungkap Nur Azizah.

Menurutnya, sebelum pemeriksaan dilakukan, ASN akan diminta mengisi data skrining kesehatan melalui tautan khusus untuk memetakan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Hasil skrining tersebut kemudian menjadi dasar pemeriksaan lanjutan yang dapat ditanggung oleh BPJS.

Selain layanan pemeriksaan kesehatan ASN, Nur Azizah menjelaskan Labkesda NTT juga memiliki keunggulan layanan lain seperti pemeriksaan laboratorium kimia, kualitas air, makanan, udara, hingga tingkat kebisingan. Bahkan, Labkesda menyediakan layanan home service pengambilan sampel darah tanpa biaya tambahan.

“Dengan dukungan semua pihak, kami berharap Labkesda bisa lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi laboratorium rujukan di NTT,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.