Kota Kupang Jadi Panggung Sinergi Budaya Nusantara-Pasifik

oleh -1603 Dilihat
Gubernur NTT Sambut Menteri Kebudayaan RI di Bandara El Tari Kupang pada Selasa, 11 Oktober 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kota Kupang menjadi pusat perhatian kawasan Pasifik saat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara puncak Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, 11-13 November 2025. Mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom”, perhelatan akbar ini dibuka dengan Pameran Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur yang berlangsung meriah di halaman Hotel Harper Kupang pada Selasa, (11/11/2025) siang.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka pameran yang menjadi penanda dimulainya rangkaian IPACS 2025. Acara tersebut dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara Pasifik, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Duta Besar Keliling untuk Kawasan Pasifik periode 2017–2021 Tantowi Yahya, serta jajaran pejabat pemerintah dan insan budaya dari seluruh Nusantara.

Dalam sambutannya, Menteri Fadli menegaskan bahwa pameran kebudayaan ini adalah wujud nyata sinergi antara masyarakat Indonesia dan kawasan Pasifik melalui jalur budaya.

“Pameran IPACS 2025 adalah penghormatan dan perayaan warisan budaya yang berakar di tanah Nusa Tenggara Timur. Ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk memajukan kebudayaan sebagai kekuatan penting bagi kerja sama regional yang menghubungkan masyarakat di seluruh Nusantara dan Samudra Pasifik,” ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan, kawasan Pasifik dan Indonesia memiliki kesamaan sejarah dan akar budaya yang kuat, terutama dalam ekspresi maritim dan nilai-nilai komunitas yang diwariskan turun-temurun.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah sinergi nyata, di mana seniman dan komunitas dari seluruh Nusantara dan Pasifik bersatu. Kita disatukan oleh visi untuk memajukan budaya sebagai kekuatan vital dalam peradaban dunia,” lanjutnya.


Pameran Warna-Warni Budaya Timur Indonesia

Pameran Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur menjadi ruang pertemuan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua. Di setiap anjungan, pengunjung dapat menyaksikan kerajinan tangan khas daerah, kain tenun, kuliner tradisional, dan produk UMKM lokal yang menghidupkan semangat ekonomi kreatif berbasis budaya.

Suasana semakin hidup dengan penampilan seni dari berbagai daerah, seperti tari Orsa Modao dari Papua Tengah yang melambangkan harmoni dan kebersamaan, tari Maekat dari Timor Tengah Selatan, serta alunan musik sasando yang membawakan lagu-lagu tradisional dan populer Indonesia.

Menariknya, Kementerian Kebudayaan juga menghadirkan stan tematik bertajuk The Listening Thread, yang terletak di dekat panggung utama. Stan ini menjadi simbol keterhubungan lintas budaya dan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran praktisi budaya di seluruh Indonesia Timur.

The Listening Thread adalah ruang di mana beragam narasi budaya saling bertautan, merangkai kisah dan identitas melalui koleksi dan pengalaman,” jelas Menteri Fadli.


Kupang di Pusat Panggung Pasifik

Selama tiga hari penyelenggaraan, IPACS 2025 menghadirkan pameran terbuka untuk umum dari pukul 10.00 hingga 19.00 WITA. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran gagasan, ekspresi, dan inspirasi antara masyarakat Indonesia dan negara-negara Pasifik.

Bagi masyarakat Kupang, kehadiran IPACS 2025 menjadi kebanggaan tersendiri. Kota ini tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat dialog budaya internasional yang menegaskan peran NTT sebagai gerbang timur Indonesia yang terbuka bagi dunia.

Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon berharap pameran ini memperkuat semangat persaudaraan lintas bangsa.

“Semoga pameran ini memberi gambaran kepada saudara-saudara kita dari Pasifik tentang kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa—sebuah megadiversity yang layak dirayakan bersama,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.