Suarantt.id, Kupang-Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, Agustinus Junianto, menyatakan bahwa pembangunan Jembatan Oesapa di Kota Kupang ditunda hingga tahun 2026 karena adanya efisiensi anggaran.
“Saya berharap jembatan Oesapa bisa dikerjakan tahun ini, namun karena efisiensi anggaran sehingga ditunda lagi ke tahun 2026,” kata Agustinus kepada wartawan dalam konferensi pers di Aula Flobamora Kantor BPJN NTT pada Rabu (18/6/2025).
Menurutnya, proyek penggantian Jembatan Oesapa menjadi prioritas karena kondisi jembatan lama sudah tidak layak digunakan. Jembatan baru yang direncanakan akan memiliki panjang 40 meter dan lebar 10 meter, dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 46 miliar.
Agustinus juga menjelaskan bahwa BPJN NTT saat ini mengelola jalan nasional sepanjang 2.153 kilometer. Untuk tahun 2025, pihaknya menerima alokasi anggaran sebesar Rp 591,2 miliar yang difokuskan pada program preservasi infrastruktur.
“Tahun ini, fokus kami adalah preservasi termasuk pemeliharaan, penanganan preventif, serta rekonstruksi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa BPJN NTT hanya bertanggung jawab atas infrastruktur jalan dan jembatan nasional, sementara infrastruktur di tingkat provinsi dan kabupaten menjadi kewenangan pemerintah daerah masing-masing.
Penundaan proyek Jembatan Oesapa menjadi catatan penting bagi masyarakat Kota Kupang, mengingat peran vital jembatan tersebut dalam kelancaran arus lalu lintas dan konektivitas kawasan. ***






