Tour de EnTeTe Jadi Simbol Kebangkitan Sport Tourism NTT

oleh -1099 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Kadis Parekraf NTT Dialog di RRI Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi narasumber utama dalam program Dialog Kupang Pagi yang disiarkan langsung dari Studio RRI Kupang, Jumat (1/8/2025). Dialog bertajuk “Tour de EnTeTe: Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Daerah” ini menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Noldy H. Pellokila, serta Direktur Jelajah Sport sekaligus Direktur Event Tour de EnTeTe, Jannes Eudes Wawa.

Dalam dialog yang dipandu oleh Veronika tersebut, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa gagasan penyelenggaraan Tour de EnTeTe muncul dari kunjungan bersama para Bupati dan Wali Kota se-NTT ke 25 kementerian/lembaga di Jakarta, serta pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta. Setelah itu, ide tersebut semakin matang dalam diskusi bersama Kepala Dinas Parekraf NTT dan Bapperida NTT.

“Event ini secara resmi kami luncurkan di Jakarta pada 5 Juli lalu, dan sambutannya sangat positif, baik dari para kepala daerah se-NTT maupun dari Kementerian Pemuda dan Olahraga,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur Melki, Tour de EnTeTe bukan sekadar ajang balap sepeda, tapi merupakan representasi nyata dari sinergi pembangunan pariwisata, ekonomi, budaya, dan sport tourism di NTT. Ia menambahkan bahwa lintasan event ini akan menyusuri tiga pulau besar yakni Flores, Sumba, dan Timor. Yang unik, akan ada tim sepeda bambu yang turut serta dan menjadi daya tarik tersendiri.

“Event ini juga sejalan dengan branding baru NTT sebagai Provinsi Garam dan Terang Dunia. Ini bukan hanya soal potensi alam seperti energi baru terbarukan dan produksi garam nasional, tapi juga bagaimana NTT menjadi terang bagi Indonesia dan dunia lewat sport tourism,” jelasnya.

BACA JUGA:  PKK Fresh Mart Hadir di NTT, Gubernur Dorong Rantai Pasok Efisien dari Ladang ke Pasar

Sementara itu, Jannes Eudes Wawa memaparkan bahwa Tour de EnTeTe akan berlangsung pada 10–21 September 2025, terdiri dari 10 etape dalam 12 hari, dengan rute dari Kupang hingga Labuan Bajo. Sebanyak 20 tim kontinen akan ambil bagian 6 dari Indonesia dan 14 dari luar negeri masing-masing tim terdiri dari 5 pembalap dan 3 ofisial.

“Kami ingin Tour de EnTeTe menjadi milik masyarakat NTT. Ini bukan hanya balap sepeda, tapi ajang kebanggaan daerah dan momentum kebangkitan ekonomi melalui sport tourism,” ungkap Jannes.

Kadis Parekraf NTT, Noldy Pellokila, menambahkan bahwa kegiatan ini akan membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Selain balapan, di setiap etape juga akan digelar pameran produk lokal dan pertunjukan seni budaya. “Ini akan memberikan efek berganda bagi ekonomi lokal, memberdayakan UMKM dan destinasi wisata,” katanya.

Gubernur Melki menutup dialog dengan menegaskan pentingnya gotong royong sebagai kekuatan utama suksesnya penyelenggaraan Tour de EnTeTe. Ia mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mengambil bagian dan merasa memiliki event ini.

“Dengan semangat Pancasila dan gotong royong, kita bisa maju bersama. Tour de EnTeTe akan menjadi event tahunan kebanggaan kita semua. Ini tentang pariwisata, ekonomi, dan identitas kita sebagai orang NTT. Kita harus bersyukur hidup di daerah yang kaya dan penuh potensi, seperti penggalan lagu Ikan Nae di Pante: ‘Kurang nikmat apa kita hidup di NTT,’” ucapnya.

Menutup dialog, Gubernur menyampaikan harapan agar Tour de EnTeTe menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia dan menjadi simbol kerja nyata dalam membangun NTT yang bersatu dan berdaya saing.

“Dengan semangat gotong royong dan persatuan, mari kita bangun NTT bersama,” pungkas Gubernur Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.