Wabup Thobias Uly Ajak Semua Pihak Bersatu Membangun Sabu Raijua

oleh -606 Dilihat
Thobias Uly. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah tanpa terhalang oleh perbedaan politik di masa lalu. Ia menegaskan bahwa kerja sama semua pihak sangat penting demi kemajuan Sabu Raijua dalam lima tahun ke depan.

“Saya kira orang Sabu bukan tipe pendendam. Kalau ada persoalan, mereka tidak akan banyak bicara, hanya menyimpan dalam hati. Karena itu, saya dan Pak Bupati akan menemui mereka, berbicara dari hati ke hati untuk membangun Sabu lima tahun ke depan,” ujar Thobias kepada wartawan pada Minggu, 02/03/25 sore.

Ia juga berharap masyarakat Sabu yang berada di luar daerah turut berkontribusi dalam pembangunan kampung halaman. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjalin komunikasi yang baik agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan merata.

“Baju yang Sudah Dijahit Harus Dipakai”

Dalam kesempatan itu, Thobias menegaskan komitmennya untuk merealisasikan visi dan misi yang telah dirancang sejak 2020 bersama Bupati Krisman Bernard Riwu Kore. Ia mengibaratkan bahwa pakaian yang telah dijahit tidak boleh hanya digantung, tetapi harus dipakai pada waktunya.

“Beta harus bawa ini baju. Kalau pemda tidak ada anggaran, saya pakai saja,” katanya.

Menurutnya, meskipun anggaran yang tersedia terbatas, pemerintah daerah tetap fokus untuk memenuhi janji-janji politiknya. Yang terpenting, kata Thobias, adalah masyarakat dapat merasakan dampak positif dari program-program yang dijalankan.

Prioritas Infrastruktur dan Pendidikan

Thobias menyoroti kondisi Sabu Raijua yang masih tertinggal dalam berbagai aspek, seperti pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menyediakan perumahan yang layak, akses air bersih, serta infrastruktur jalan yang lebih baik bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Politisi PSI Ini Desak Kelurahan Bonipoi Tingkatkan Pelayanan dan Perbaiki Fasilitas Umum

Di sektor pendidikan, Pemda menyiapkan seragam gratis untuk siswa SD, SMP, dan SMA. Selain itu, pemerintah akan menyediakan transportasi berupa bus sekolah guna memastikan anak-anak dapat belajar tanpa khawatir terlambat karena kendala akses.

Thobias juga menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas utama dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dorong Pembangunan SPBU dan Reformasi Birokrasi

Mengenai kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), Thobias menyebut bahwa saat ini masyarakat tidak lagi mengalami keluhan seperti pemerintahan sebelumnya, di mana harga BBM sempat mencapai Rp 35.000 per botol.

Ia menekankan pentingnya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sabu Raijua. Pemerintah daerah mendorong para pengusaha, terutama putra daerah, untuk berinvestasi dalam sektor ini guna menjamin ketersediaan BBM yang lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Dalam bidang birokrasi, Thobias yang berlatar belakang sebagai birokrat menegaskan pentingnya penempatan pejabat berdasarkan aturan yang berlaku. Ia berkomitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Bersama Membangun Sabu Raijua

Menutup pernyataannya, Thobias kembali mengajak semua pihak, baik yang berada di dalam maupun di luar daerah, untuk bekerja sama membangun Sabu Raijua. Ia menegaskan bahwa saat ini bukan lagi waktu untuk berkompetisi, melainkan saatnya untuk bersinergi demi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap dengan kolaborasi yang solid, Sabu Raijua dapat berkembang menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.