Wali Kota Kupang Apresiasi Kontribusi KKBD dalam Pembangunan Sosial dan Kebinekaan

oleh -769 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Pengurus KKBD Kota Kupang pada Minggu, 8 Pebruari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)


Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi tinggi kepada Kerukunan Keluarga Bima Dompu (KKBD) Kota Kupang yang dinilainya telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial serta penguatan nilai kebinekaan di Kota Kupang. Apresiasi tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI KKBD Kota Kupang di Aula Rumah Singgah KKBD, Jalan Taebenu Liliba pada Minggu (8/2/26).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KKBD Wilayah Provinsi NTT, H. Arifin Ketua Umum KKBD Kota Kupang, Saiful, Dewan Pembina dan para sesepuh KKBD Wilayah NTT dan KKBD Kota Kupang, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Ketua FOSIMATA Kota Kupang, para ketua paguyuban perantauan se-Kota Kupang, ketua kelompok, arisan, dan majelis taklim Bima Dompu se-Kota Kupang, serta seluruh peserta Muscab VI KKBD Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kehadirannya dalam agenda Muscab yang berlangsung di hari libur merupakan bentuk penghormatan atas peran besar KKBD dalam perjalanan pembangunan Kota Kupang. Menurutnya, kemajuan Kota Kupang tidak terlepas dari kontribusi berbagai komunitas kedaerahan yang telah lama hidup berdampingan dan berkarya di berbagai sektor.

“KKBD sudah menyumbang banyak bagi Kota Kupang, mulai dari ide, gagasan, pemikiran, hingga karya nyata di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Wali Kota.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Rumah Singgah KKBD yang tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Bima Dompu, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang daerah. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa sebuah komunitas sejati hadir tidak hanya untuk kepentingan internal, melainkan memberi manfaat nyata bagi sesama.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang: Gubernur NTT Melki Laka Lena Adalah Guru Politik Kami

Dalam sambutannya, Wali Kota menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan peran komunitas di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa komunitas tidak diciptakan untuk sekadar “bersandar di dermaga”, tetapi untuk “berlayar” menghadapi tantangan sosial dan memberikan solusi. “Keluarga Bima Dompu bukan komunitas untuk gagah-gagahan atau sekadar berkumpul, tetapi telah menjadi kapal yang berlayar membelah lautan persoalan dan memberi solusi nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun kualitas sumber daya manusia, kenyamanan hidup, pendidikan, kesehatan, serta sikap saling menghormati dalam keberagaman. Ia menyebut KKBD sebagai salah satu mosaik indah kebinekaan Kota Kupang bersama berbagai komunitas kedaerahan lainnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menjalin kerja sama dengan KKBD, termasuk membuka ruang dukungan melalui mekanisme yang tersedia, baik dalam bidang sosial kemasyarakatan maupun peningkatan fasilitas penunjang kegiatan organisasi.

Ia kembali menegaskan prinsip meritokrasi dalam pemerintahan, yakni memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada aparatur berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengucapkan selamat atas pelaksanaan Muscab VI KKBD Kota Kupang. Ia berharap musyawarah tersebut berjalan lancar dan mampu melahirkan kader serta program terbaik yang semakin memperkuat kontribusi KKBD bagi masyarakat dan pembangunan Kota Kupang.

“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kita memilih berjalan jauh demi Kota Kupang yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KKBD Provinsi NTT, H. Arifin menyampaikan bahwa keberadaan warga Bima Dompu di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak masa penjajahan. Jejak sejarah tersebut, menurutnya, masih dapat ditemukan hingga kini, termasuk makam tokoh Kerajaan Dompu di kawasan Batu Kadera.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Bersama HIMPAUDI Bahas Kesejahteraan Guru PAUD dan Komitmen terhadap Pendidikan Usia Dini

Ia menjelaskan bahwa warga Bima Dompu di Kota Kupang tersebar di berbagai profesi, mulai dari aparatur sipil negara, dosen, guru, pengusaha, nelayan, petani, anggota kepolisian, hingga tenaga kesehatan. H. Arifin juga memaparkan bahwa Rumah Singgah KKBD Kota Kupang dibangun di atas lahan seluas 500 meter persegi milik warga Bima Dompu yang dikelola oleh KKBD sebagai wujud kepedulian bersama, untuk menampung mahasiswa, calon anggota kepolisian, serta warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara tanpa membedakan latar belakang suku dan daerah.

Ketua Panitia Muscab VI KKBD Kota Kupang, Muhlis menambahkan bahwa sebagai organisasi kekerabatan, KKBD Kota Kupang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga harmoni sosial di Kota Kupang.

Menurutnya, Muscab menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan solidaritas di antara keluarga besar Bima Dompu.

Ia menjelaskan bahwa Muscab VI KKBD Kota Kupang bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan organisasi, pengelolaan keuangan, serta pelaksanaan keputusan organisasi pada periode sebelumnya.

Selain itu, musyawarah ini juga bertujuan memilih dan menetapkan Ketua serta Formatur KKBD Kota Kupang, merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan organisasi, serta menyusun pokok-pokok program kerja untuk satu periode kepemimpinan berikutnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.