NTT Mart Online Hadir, Pemerintah Provinsi NTT Dorong UMKM Naik Kelas

oleh -2358 Dilihat
Gubernur NTT Resmi Luncurkan NTT MART Online pada Selasa, 23 Desember 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Soft Launching NTT Mart Online yang secara resmi diluncurkan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Aula Kantor Dinas PUPR Provinsi NTT pada Selasa, 23 Desember 2025.
Peluncuran NTT Mart Online menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses pasar bagi produk UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) lokal, tidak hanya melalui gerai fisik, tetapi juga melalui platform digital yang dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD sektor perbankan, Ketua Dekranasda Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, jajaran Direksi dan Komisaris Bank NTT, pimpinan perbankan, serta para Bupati dan Wali Kota se-NTT yang mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa NTT Mart bukan sekadar program atau slogan, melainkan bentuk kerja nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Kalau selama ini ekonomi kerakyatan sering kita dengar di pidato, hari ini kita kerjakan betul-betul. Produk rakyat NTT kita kasih tempat yang layak, fisik ada, digital juga ada,” tegas Gubernur Melki.
Saat ini, sebanyak 11 NTT Mart fisik telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota di NTT. Pemerintah Provinsi NTT menargetkan 22 NTT Mart fisik berdiri di seluruh wilayah NTT sebelum akhir Desember 2025. Kehadiran NTT Mart Online diharapkan menjadi pelengkap yang memperkuat pemasaran produk lokal agar dapat diakses dan dibeli masyarakat dari mana saja.
Menurut Gubernur, di era digital saat ini, UMKM tidak bisa lagi menunda transformasi. Kehadiran di ruang digital menjadi kebutuhan agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
“Jangan tunda-tunda. Bangun dulu, jalan dulu, lalu kita benahi sambil berjalan,” ujarnya.
NTT Mart dirancang sebagai rumah bersama produk unggulan NTT, mulai dari makanan dan minuman olahan, tenun dan kerajinan tangan, hingga hasil pertanian, perikanan, dan kelautan. Keberadaannya tidak dimaksudkan menjadi pesaing toko kecil atau ritel modern, melainkan menjadi mitra usaha dengan segmen pasar yang berbeda dan selama ini belum tergarap secara maksimal.
Untuk memastikan UMKM dan IKM benar-benar naik kelas, Pemerintah Provinsi NTT juga membangun ekosistem pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha. Dari sisi permodalan, pemerintah menghadirkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTT dan perbankan lainnya. Skema ini diharapkan mampu mengatasi kendala permodalan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dan IKM.
Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia, Bank NTT, perbankan Himbara, serta bank swasta berkolaborasi dalam menyiapkan pendampingan teknis produksi dan digitalisasi usaha. Pendampingan ini mencakup peningkatan kualitas produksi, perbaikan proses usaha, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan pengelolaan usaha.
Pemerintah Provinsi NTT juga memberikan perhatian pada peningkatan literasi keuangan. Melalui program literasi keuangan, pelaku UMKM didorong agar mampu mengelola arus kas dengan baik, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta menggunakan keuntungan usaha untuk pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, menyampaikan bahwa NTT Mart merupakan wujud kasih pemerintah kepada rakyat yang lahir dari inovasi dan kolaborasi berbagai pihak.
“NTT Mart Online adalah transformasi dari gerai fisik menjadi ekosistem pemasaran digital yang lebih luas. Ini memudahkan masyarakat membeli produk UMKM NTT dengan cara yang mudah, aman, dan terpercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan komitmen Bank NTT untuk mendukung penuh pengembangan NTT Mart, khususnya dalam promosi, sistem pembayaran digital, serta pengembangan fitur belanja yang memudahkan masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang kuat di NTT. Harapannya, suatu hari Indonesia bisa belajar dari NTT tentang bagaimana membangun ekonomi daerah yang memakmurkan rakyat,” katanya.
Ke depan, setelah seluruh 22 NTT Mart fisik beroperasi, Pemerintah Provinsi NTT juga merencanakan pengembangan NTT Mart di luar daerah, seperti Surabaya, Malang, Bali, dan Sorong, sebagai etalase produk unggulan NTT.
Melalui kehadiran NTT Mart Online, Pemerintah Provinsi NTT berharap UMKM dan IKM lokal semakin berdaya saing, pasar produk lokal semakin luas, serta pertumbuhan ekonomi NTT dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan. ***

BACA JUGA:  Kontribusi Pemuda GMIT Kota Kupang dalam Penguatan Ekonomi Lokal melalui UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.