Pemkot Kupang Tegaskan Komitmen Toleransi Lewat Perayaan Dharma Santi Nyepi 1947 Saka

oleh -579 Dilihat
Penjabat Sekda Kota Kupang Baca Sambutan Wali Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat toleransi dan keberagaman melalui kehadiran Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), Ignasius Repelita Lega, mewakili Wali Kota Kupang dalam perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, yang digelar di Milenium Ballroom pada Minggu (18/5/2025).

Acara penutup rangkaian Hari Suci Nyepi ini dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua PHDI NTT Dr. I Wayan Darmawa, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag NTT I Wayan Budiantara, Ketua PHDI Kota Kupang dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, dan unsur Forkopimda serta perwakilan lintas agama, organisasi keumatan, mahasiswa, tokoh pemuda, dan insan pers.

Membacakan sambutan Wali Kota Kupang, Pj. Sekda Ignasius R. Lega menyampaikan apresiasi kepada Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang dan umat Hindu atas pelaksanaan perayaan yang berlangsung tertib, khidmat, dan sarat nilai spiritual.

“Dharma Santi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen refleksi untuk memperkuat keimanan, memperbaharui komitmen hidup damai dengan sesama, alam, dan Tuhan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kerukunan yang telah lama terjaga di Kota Kupang merupakan kekuatan sosial yang harus terus dirawat. Pemerintah Kota juga tengah menggencarkan program prioritas, di antaranya penanganan sampah secara sistematis melalui pembentukan Satgas, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiap kecamatan, hingga penyediaan tempat sampah di tingkat RT.

Selain itu, dua program strategis yakni Sunday Market dan Sunset Cinema segera diluncurkan sebagai ruang ekspresi kreatif UMKM, seniman, dan komunitas dalam membangun Kota Kupang yang inklusif.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai-nilai hening, damai, dan introspeksi dalam Nyepi bisa menjadi inspirasi hidup di tengah dunia modern. Ia juga menyinggung sejarah pengasingan Bung Karno di Ende sebagai momen penting kelahiran Pancasila, dan menyebut Kupang sebagai kota dengan indeks kerukunan tertinggi secara nasional.

Perayaan Dharma Santi turut dimeriahkan berbagai penampilan seni budaya, seperti nyanyian Dharma oleh dr. Santi, Sp.OG, Tari Pendet dari remaja Hindu Pasraman Upanisada, pembacaan Sloka Rig Veda oleh anak-anak SD, hingga Tari Hegong dari Maumere dan sendratari Kecak bertajuk The Magic of Jagung Titi yang mengangkat kearifan lokal.

Rangkaian acara juga menampilkan Tari Kreasi Teruni Wilasa, nyanyian “Tri Kaya Parisudha”, Sloka Bhagavad Gita oleh WHDI, dan penampilan musik dari mahasiswa Hindu KMHDI NTT.

Ketua Panitia Dharma Santi, I Gusti Ngurah Eka Negara Suantara, dalam laporannya mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Ia menyampaikan bahwa rangkaian Nyepi mencakup berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, penanaman pohon, pawai Ogoh-Ogoh, pembagian sembako, hingga kunjungan ke panti asuhan.

Acara ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, dan makan malam dalam suasana hangat penuh persaudaraan dan semangat toleransi.***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.