Stabil Jelang Akhir Tahun, Inflasi NTT Masuk 10 Terendah Nasional

oleh -998 Dilihat
Gubernur Didampingi Kepala Perwakilan BI dan Kepala BPS NTT Berikan Keterangan soal Stabilitas Harga Sembako Jelang Nataru 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kondisi inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Berdasarkan data terbaru, inflasi NTT pada November 2025 tercatat sebesar 2,40 persen (year on year), masih berada dalam rentang target nasional 2,5 persen ± 1 persen, serta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,72 persen. Capaian ini menempatkan NTT sebagai provinsi dengan inflasi terendah ke-10 di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi NTT Tahun 2025, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Hotel Harper Kupang pada Sabtu (6/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini bekerja sama menjaga stabilitas harga di daerah, mulai dari TPID, perangkat daerah, Bank Indonesia, Bulog, hingga pelaku usaha dan perbankan.

“Stabilnya inflasi ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari kerja kolaboratif dan konsisten sepanjang tahun. Kita pastikan daya beli masyarakat terjaga dan ketersediaan bahan pokok aman hingga akhir tahun,” ujar Gubernur.

Secara spasial, inflasi di lima wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTT juga menunjukkan kondisi yang sehat. Maumere mencatat inflasi terendah sebesar 1,31 persen, disusul Waingapu 2,00 persen, Ngada 2,08 persen, Timor Tengah Selatan 2,40 persen, dan Kota Kupang 2,62 persen.

Gubernur menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi didukung oleh 1.338 kegiatan pasar murah, sidak pasar, pemantauan distributor, operasi pasar, pengawasan stok Bulog, hingga penyaluran bantuan pangan yang dilakukan secara rutin di seluruh kabupaten/kota.

BACA JUGA:  Peringatan Harganas ke-32, DP2KB Kupang Tegaskan Peran Strategis Keluarga dan Layanan KB Gratis

BI Proyeksikan Inflasi Akhir Tahun Tetap Terkendali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, memaparkan bahwa inflasi Desember 2025 diproyeksikan tetap terkendali meskipun terdapat potensi peningkatan permintaan jelang Natal dan Tahun Baru, serta dampak cuaca terhadap produksi perikanan dan hortikultura.

Menurut BI, sejumlah faktor penahan inflasi di antaranya adalah penurunan tarif angkutan udara seiring bertambahnya rute dan maskapai, stabilisasi harga energi tertentu oleh pemerintah, operasi pasar, serta penyaluran beras SPHP.

BI juga merekomendasikan penguatan cadangan pangan melalui Pekarangan Pangan Lestari, optimalisasi peran NTT Mart sebagai offtaker hasil panen petani, kelancaran distribusi melalui revitalisasi pelabuhan, serta penguatan komunikasi publik berbasis digital.

BPS: Inflasi Bulanan Dipicu Makanan dan Transportasi

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu Kale, menjelaskan bahwa inflasi bulanan November 2025 tercatat sebesar 0,58 persen, terutama dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok makanan dan transportasi. Komoditas penyumbang utama antara lain sawi hijau, bawang merah, dan daging ayam ras.

Ia juga menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat November berada di angka -0,16 persen, yang mengindikasikan kondisi harga secara umum masih relatif terkendali.

Stok Pangan Aman, Bulog Siap Salurkan Bantuan

Dari sisi ketersediaan pangan, Perum Bulog Wilayah NTT memastikan stok bahan pangan strategis dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras mencapai 18 ribu ton, ditambah 355 ton beras premium, 566 ton gula, dan 789 ribu liter minyak goreng. Untuk memperkuat pasokan, Bulog juga sedang mendistribusikan tambahan 15 ribu ton beras dari NTB dan Jawa Timur.

Pada bulan Desember ini, bantuan pangan akan disalurkan kepada 653.746 penerima, masing-masing memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Meski masih terdapat kendala distribusi akibat kelangkaan BBM di wilayah Flores, Bulog memastikan penyaluran tetap berjalan secara bertahap.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Percepat Reaktivasi Bandara El Tari, Siapkan Penerbangan Internasional Perdana

Transformasi Ekonomi Jadi Fokus 2026

Menutup pertemuan, Gubernur Melki menegaskan bahwa setelah fondasi stabilitas ekonomi diletakkan pada 2025, maka tahun 2026 akan menjadi tahun penguatan kapasitas produksi di berbagai sektor unggulan, seperti pertanian, peternakan, kelautan, perkebunan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

“NTT harus bertransformasi dari ekonomi konsumsi menuju ekonomi produksi. Kita dorong program One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product agar nilai tambah ekonomi dinikmati langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.