Wagub NTT Apresiasi Kick Off “Serunai 2025”, Dorong Literasi dan Ketersediaan Rupiah Jelang Nataru

oleh -209 Dilihat
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Hadiri Kick Off “Serunai 2025” Bank Indonesia di GMIT Paulus Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri acara Layanan Penukaran Uang Kick Off “Serunai 2025” (Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai) yang digelar di Gedung Serba Guna GMIT Paulus Kota Kupang pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini merupakan inisiatif Bank Indonesia (BI) yang berkolaborasi dengan lembaga perbankan, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam sambutannya, Wagub Johni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik pelaksanaan Serunai 2025 karena terbukti mempermudah akses layanan bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun perekonomian daerah.

“Ini tidak hanya mempermudah akses layanan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan wujud dalam memperkuat semangat kolaborasi membangun perekonomian daerah. Kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah mencerminkan komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, merata, dan berdampak nyata,” kata Wagub Johni.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda NTT, Deputi Direktur BI Divisi Perizinan dan Pemantauan Kelembagaan Pengelolaan Uang Rupiah, Rony Hartawan, Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, Ketua Majelis GMIT Paulus Kota Kupang, Pdt. Apriana Manufola, serta para pendeta dan jemaat GMIT Paulus.

Mengusung tema “Rupiah Terjaga untuk Natal Penuh Kasih”, kegiatan Serunai 2025 menyatukan layanan penukaran uang dan edukasi literasi Rupiah dengan tujuan memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan transaksi mereka selama periode HBKN Natal dan Tahun Baru.

Wagub Johni mengapresiasi langkah BI dalam menjamin ketersediaan uang Rupiah yang layak edar dan aman. Ia menyoroti kenaikan kebutuhan uang tunai menjelang Nataru dan pentingnya memastikan peredaran Rupiah tetap terjaga kualitasnya.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Resmikan Diva Project, Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Jadi Pakan dan Pupuk

“Melalui Serunai 2025, BI memastikan ketersediaan Rupiah dalam kondisi baik, terjaga keasliannya, dan terdistribusi tepat waktu agar masyarakat dapat bertransaksi secara lancar dan nyaman,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa layanan ini merupakan langkah penting untuk mencegah peredaran uang palsu yang kerap merugikan pedagang kecil.

Selain pemenuhan kebutuhan uang tunai, Serunai 2025 juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan edukasi penggunaan Rupiah secara bijak. “Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan, kebanggaan, dan identitas bangsa. Karena itu, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan Rupiah yang aman dan sesuai ketentuan,” tambah Wagub.

Wagub menegaskan dua target utama Serunai 2025:

  1. Terpenuhinya kebutuhan uang layak edar secara tepat jumlah, pecahan, dan lokasi.
  2. Meningkatnya literasi dan kebanggaan masyarakat terhadap Rupiah sebagai simbol negara.

“Semoga semangat Serunai 2025 membawa sukacita bagi masyarakat, terutama dalam menyongsong Natal yang penuh damai dan Tahun Baru penuh harapan,” pungkas Wagub Johni.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menjelaskan bahwa Serunai telah memasuki tahun pelaksanaan ke-2 pada 2025 dan dilaksanakan serentak di seluruh kantor perwakilan BI dalam negeri mulai 8–23 Desember 2025.

BI NTT menyiapkan Uang Layak Edar sebesar Rp 1,362 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru. Selain itu, modal Kas Keliling yang disiapkan mencapai Rp 11,86 miliar, bekerja sama dengan perbankan untuk pelayanan penukaran uang di Kota Kupang, Atambua, Maumere, dan Waikabubak.

Jenis layanan penukaran uang meliputi:

  • Kas Ritel BI di gereja dan lokasi pelayanan publik,
  • Kas Mitra di kantor-kantor instansi,
  • Kas Titipan di tiga daerah, yakni Waikabubak, Atambua, dan Maumere.
BACA JUGA:  Kredit Macet Dana PEM Kota Kupang Capai Rp18,7 Miliar

Selain penukaran uang, Serunai 2025 juga menghadirkan edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” serta bazar murah bersama BULOG NTT.

BI juga mengajak masyarakat menjaga dan merawat setiap lembar Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
“Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Didiet. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.